Minggu, 27 Oktober 2013

Psikologi Manajemen (TUGAS 2)



Psikologi Manajemen



  Pengertian Psikologi
Secara etimologi manajemen berasal dari kata Yunani “psycho” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi Psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut Ilmu Jiwa.
Secara terminologi Psikologi menurut kesimpulan para ahli adalah ilmu yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu. Dimana individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya.
Pengertian Manajemen
Secara etimologis manajemen berasal dari kata “management” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan. Dalam bahasa Arab istilah manajemen diartikan sebagai an-nizam, yang merupakan suatu tempat untuk menyimpan segala sesuatu dan penempatan segala sesuatu pada tempatnya.
Secara terminology yang diambil kesimpulannya menurut para ahli manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendaya gunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Pengertian Psikologi Manajemen
Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan funsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
SUMBER :





  ORGANISASI

Organisasi  adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
  • Menurut E Weight Bakke  Organisasi adalah “suatu sistem yang berkelanjutan atas kegiatan manusia yang bermacam-macam dan terkoordinasi berupa pemanfaatan, perubahan dan penyatuan sumberdaya manusia, materi, modal, gagasan dan sumberdaya alam untuk memenuhi suatu kebutuhan manusia tertentu dalam interaksinya dengan sistem-sistem kegiatan manusia dan sumber-sumbernya yang lain , dalam suatu lingkungan tertentu.
  • Gibson & Ivencevich : “Organisasi adalah kesatuan yang memungkinkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai melalui tindakan individu secara terpisah”
Tujuan Organisasi
Setiap manusia yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, menciptakan sebuah wadah atau badan dimana mereka saling berusaha untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan hal ini lah yang menjadi sebab adanya tujuan dari sebuah organisasi. Tujuan dicerminkan oleh sasaran yang harus dilakukan baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

Karakteristik Organisasi :
  1. Punya maksud tertentu, dan merupakan kumpulan berbagai manusia
  2. Punya hubungan sekunder (impersonal)
  3. Punya tujuan yang khusus dan terbatas
  4. Punya kegiatan kerjasama pendukung
  5. Terintegrasi dalam sistem sosial yang lebih luas
  6. Menghasilkan barang dan jasa untuk lingkungannya
  7. Sangat terpengaruh atas setiap perubahan lingkungan

Manfaat Organisasi
·         Mengikuti atau menjadi bagian dari sebuah organisasi mempunyai dampak sangat besar untuk kehidupan, karena dalam sebuah organisasi bisa di ibaratkan sebagai masyarakat dalam lingkup kecil. Selalu ada masalah yang perlu dipecahkan bersama, sikap saling menjaga dan bertanggungjawab terhadap keutuhan anggota atau pun mempertahankan sebuah kelompok, memberikan gambaran sebuah perjuangan panjang, dan ini akan sangat membantu ketika dalam penyelesaian masalah atau memberikan masukan kepada masyarakat dalam lingkup luas.
Selain hal-hal diatas, masih banyak manfaat organisasi yang bisa diperoleh, namun disini tidak dijabarkan lebih lanjut, hal lain yang bisa kita dapatkan antara lain :
1. Melatih Leadership
2. Memperluas pergaulan
3. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
4. Membentuk karakteristik seseorang
5. Kuat dalam menghadapi tekanan
6. Mampu mengatur waktu dengan sangat baik
7. Sebagai ajang pembelajaran kerja yang sesungguhnya

SUMBER :




KOMUNIKASI
PENGERTIAN KOMUNIKASI
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:
Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?
Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:
  1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
  2. Pesan (mengatakan apa?)
  3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
  4. Komunikan (kepada siapa?)
  5. Efek (dengan dampak/efek apa?).
Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.

A. PROSES KOMUNIKASI
Berangkat dari paradigma Lasswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu:
1. Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
Seperti disinggung di muka, komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain , komunikasi adalah proses membuat pesan yang setala bagi komunikator dan komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna).
Wilbur Schramm (dalam Effendy, 1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil (terdapat kesamaan makna) apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference) , yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang diperoleh oleh komunikan. Schramm menambahkan, bahwa bidang (field of experience) merupakan faktor penting juga dalam komunikasi. Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar. Sebaliknya, bila bidang pengalaman komunikan tidak sama dengan bidang pengalaman komunikator, akan timbul kesukaran untuk mengerti satu sama lain. Sebagai contoh seperti yang diungkapkan oleh Sendjaja(1994:33)yakni : Si A seorang mahasiswa ingin berbincang-bincang mengenai perkembangan valuta asing dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Bagi si A tentunya akan lebih mudah dan lancar apabila pembicaraan mengenai hal tersebut dilakukan dengan si B yang juga sama-sama mahasiswa. Seandainya si A tersebut membicarakan hal tersebut dengan si C, sorang pemuda desa tamatan SD tentunya proses komunikaasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya seperti yang diharapkan si A. Karena antara si A dan si C terdapat perbedaan yang menyangkut tingkat pengetahuan, pengalaman, budaya, orientasi dan mungkin juga kepentingannya.
Contoh tersebut dapat memberikan gambaran bahwa proses komunikasiakan berjalan baik atau mudah apabila di antara pelaku (sumber dan penerima) relatif sama. Artinya apabila kita ingin berkomunikasi dengan baik dengan seseorang, maka kita harsu mengolah dan menyampaikan pesan dalam bahasa dan cara-cara yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, orientasi dan latar belakang budayanya. Dengan kata lain komunikator perlu mengenali karakteristik individual, sosial dan budaya dari komunikan.
2. Proses komunikasi sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.).

B. FUNGSI KOMUNIKASI
William I. Gorden (dalam Deddy Mulyana, 2005:5-30) mengkategorikan fungsi komunikasi menjadi empat, yaitu:
1. Sebagai komunikasi sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan hubungan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, desa, ..., negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.
  1. Pembentukan konsep diri. Konsep diri adalah pandangan kita mengenai diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Melalui komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa kita, namun juga bagaimana kita merasakan siapa kita. Anda mencintai diri anda bila anda telah dicintai; anda berpikir anda cerdas bila orang-orang sekitar anda menganggap anda cerdas; anda merasa tampan atau cantik bila orang-orang sekitar anda juga mengatakan demikian. George Herbert Mead (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengistilahkan significant others (orang lain yang sangat penting) untuk orang-orang disekitar kita yang mempunyai peranan penting dalam membentuk konsep diri kita. Ketika kita masih kecil, mereka adalah orang tua kita, saudara-saudara kita, dan orang yang tinggal satu rumah dengan kita. Richard Dewey dan W.J. Humber (1966) menamai affective others, untuk orang lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan emosional. Dari merekalah, secara perlahan-lahan kita membentuk konsep diri kita. Selain itu, terdapat apa yang disebut dengan reference group (kelompok rujukan) yaitu kelompok yang secara emosional mengikat kita, dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Dengan melihat ini, orang mengarahkan perilakunya dan menyesuaikan dirinya dengan ciri-ciri kelompoknya. Kalau anda memilih kelompok rujukan anda Ikatan Dokter Indonesia, anda menjadikan norma-norma dalam Ikatan ini sebagai ukuran perilaku anda. Anda juga meras diri sebagai bagian dari kelompok ini, lengkap dengan sifat-sifat doketer menurut persepsi anda.
  2. Pernyataan eksistensi diri. Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau lebih tepat lagi pernyataan eksistensi diri. Fungsi komunikasi sebagai eksistensi diri terlihat jelas misalnya pada penanya dalam sebuah seminar. Meskipun mereka sudah diperingatkan moderator untuk berbicara singkat dan langsung ke pokok masalah, penanya atau komentator itu sering berbicara panjang lebarm mengkuliahi hadirin, dengan argumen-argumen yang terkadang tidak relevan.
  3. Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan. Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan memnuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. Para psikolog berpendapat, kebutuhan utama kita sebagai manusia, dan untuk menjadi manusia yang sehat secara rohaniah, adalah kebutuhan akan hubungan sosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain. Abraham Moslow menyebutkan bahwa manusia punya lima kebutuhan dasar: kebutuhan fisiologis, keamanan, kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan yang lebih dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebuthan yang lebih tinggi diupayakan. Kita mungkin sudah mampu kebuthan fisiologis dan keamanan untuk bertahan hidup. Kini kita ingin memenuhi kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan ketiga dan keempat khususnya meliputi keinginan untuk memperoleh rasa lewat rasa memiliki dan dimiliki, pergaulan, rasa diterima, memberi dan menerima persahabatan. Komunikasi akan sangat dibutuhkan untuk memperoleh dan memberi informasi yang dibutuhkan, untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain, mempertimbangkan solusi alternatif atas masalah kemudian mengambil keputusan, dan tujuan-tujuan sosial serta hiburan.
2. Sebagai komunikasi ekspresif
Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin, marah dan benci dapat disampaikan lewat kata-kata, namun bisa disampaikan secara lebih ekpresif lewat perilaku nonverbal. Seorang ibu menunjukkan kasih sayangnya dengan membelai kepala anaknya. Orang dapat menyalurkan kemarahannya dengan mengumpat, mengepalkan tangan seraya melototkan matanya, mahasiswa memprotes kebijakan penguasa negara atau penguasa kampus dengan melakukan demontrasi.
3. Sebagai komunikasi ritual
Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para antropolog sebaga rites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, siraman, pernikahan, dan lain-lain. Dalam acara-acara itu orang mengucapkan kata-kata atau perilaku-perilaku tertentu yang bersifat simbolik. Ritus-ritus lain seperti berdoa (salat, sembahyang, misa), membaca kitab suci, naik haji, upacara bendera (termasuk menyanyikan lagu kebangsaan), upacara wisuda, perayaan lebaran (Idul Fitri) atau Natal, juga adalah komunikasi ritual. Mereka yang berpartisipasi dalam bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka kepada tradisi keluarga, suku, bangsa. Negara, ideologi, atau agama mereka.
4. Sebagai komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur.
Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut. Studi komunika membuat kita peka terhadap berbagai strategi yang dapat kita gunakan dalam komunikasi kita untuk bekerja lebih baik dengan orang lain demi keuntungan bersama. Komunikasi berfungsi sebagi instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan jangka pendek ataupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan yang baik, memperoleh simpati, empati, keuntungan material, ekonomi, dan politik, yang antara lain dapat diraih dengan pengelolaan kesan (impression management), yakni taktik-taktik verbal dan nonverbal, seperti berbicara sopan, mengobral janji, mengenakankan pakaian necis, dan sebagainya yang pada dasarnya untuk menunjukkan kepada orang lain siapa diri kita seperti yang kita inginkan.
Sementara itu, tujuan jangka panjang dapat diraih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing ataupun keahlian menulis. Kedua tujuan itu (jangka pendek dan panjang) tentu saja saling berkaitan dalam arti bahwa pengelolaan kesan itu secara kumulatif dapat digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan dalam karier, misalnya untuk memperoleh jabatan, kekuasaan, penghormatan sosial, dan kekayaan.
Berkenaan dengan fungsi komunikasi ini, terdapat beberapa pendapat dari para ilmuwan yang bila dicermati saling melengkapi. Misal pendapat Onong Effendy (1994), ia berpendapat fungsi komunikasi adalah menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi. Sedangkan Harold D Lasswell (dalam Nurudin, 2004 dan Effendy, 1994:27) memaparkan fungsi komunikasi sebagai berikut:
1. Penjajagan/pengawasan lingkungan (surveillance of the information) yakni penyingkapan ancaman dan kesempatan yang mempengaruhi nilai masyarakat.
2. Menghubungkan bagian-bagian yang terpisahkan dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya .
3. Menurunkan warisan sosial dari generasi ke generasi berikutnya.
SUMBER :


 

 









Sabtu, 05 Oktober 2013

Tugas Softskill Psikologi Manajemen


 BIOGRAFI


Nama saya Nunik Parwati. Saya lahir pada tanggal 30 Juli 1993 tepatnya di kota Bogor. Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakak saya pun juga seorang perempuan. Saya sangat merasa beruntung karena lahir dari Orang tua yang sangat amat menyayangi anak- anaknya dan sangat begitu perhatian kepada kedua anaknya. Berlanjut pada hobi saya ketika mempunyai banyak waktu luang yaitu menonton, terutama menonton drama atau film-film korea karena saya juga termasuk orang yang menggemari artis-artis korea tetapi dalam hal mengidolakkan artis korea tersebut saya bukan termasuk orang yang tergila-gila terhadap artis-artis korea.

Saat saya sedang memasuki Sekolah Dasar ketika itu berumur 5 tahun, alasan Orang tua saya memasukkan saya saat berumur 5 tahun adalah karena dirumah tidak ada yang menjaga saya karena Ayah dan Ibu saya sama-sama bekerja pada saat itu. Dan kebetulan Ibu saya adalah seorang Guru SD maka dari itu Ibu saya membawa saya untuk ikut-ikutan menjadi murid Sekolah Dasar Kelas di sebuah SD yang berada tidak jauh dari rumah saya yaitu SDN Loji 1. Karena dengan begitu Ibu saya tetap bisa memantau dan menjaga saya. Sebenarnya niat Ibu saya hanya menyuruh saya untuk ikut-ikutan belajar saja daripada saya tinggal dirumah sendirian karena Ibu saya pun tidak percaya memperkejakan orang untuk bantu-bantu atau menjaga saya dirumah sebab umur saya yang masih terlalu kecil untuk ditinggal sendirian dengan orang yang bukan keluarga. Walaupun saya ikut- ikutan masuk Sekolah Dasar ketika berumur 5 tahun. Namun saya benar-benar bersekolah di Sekolah Dasar ketika berumur 6 tahun saya benar-benar didaftarkan sebagai murid SDN Loji 1 tempat Ibu saya juga bekerja. Pernah suatu ketika Hari Kartini Ibu saya pun mengikutsertakan saya untuk ikut lomba karnaval didaerah rumah saya dan kebetulan saat saya di dandani memakai kebaya saya mendapat juara satu perasaan yang saya rasakan sangat senang.

Ketika duduk disekolah dasar saya pernah terkena penyakit bronchitis jadi saya harus selalu pergi kerumah sakit untuk control dan berobat jalan sampai bisa sembuh seperti sekarang ini. Awalnya saya tidak tahu kenapa bisa terkena penyakit itu. Dahulu saya senang bermain dengan kucing tetapi karena terkena penyakit bronchitis yang bila bernafas saya seperti bengek atau agak sulit sejak itu ibu saya melarang saya untuk bermain-main atau berdekatan dengan kucing karena bulu-bulu dari kucing tersebut juga dapat menyebarkan virus. Selain itu mungkin saya pun terpengaruh ibu saya yang takut ketika melihat kucing bukannya hanya takut untuk melihat tapi Ibu saya memang benar-benar tidak menyukai kucing karena mungkin Ibu saya mempunyai phobia sendiri terhadap kucing. Sejak saya dilarang untuk tidak berdekatan atau bermain dengan kucing saya pun sampai saat ini jadi merasa takut terhadap kucing. Ketakutan yang saya rasakan ini mungkin sedikit banyak dipengaruhi juga oleh perilaku Ibu saya saat melihat kucing yang otomatis membuat pemikiran saya pun menjadi sama seperti Ibu saya yang berpikir bahwa kucing itu menggelikan, menakutkan dan saya pun jadi tidak berani untuk memegang atau berdekatan dengan kucing.

            Seiring dengan berjalannya waktu penyakit bronchitis saya pun bisa sembuh karena saya menjalani pengobatan yang teratur dari dokter. Namun ketakutan saya terhadap kucing tetap ada saat saya sudah beranjak dewasa.

Prestasi saya disekolah dasar memang tidak terlalu bagus namun tetapi tidak buruk pula. Saat beranjak SD kelas 4 hingga kelas 6 saya mulai mendapatkan Ranking walaupun hanya masuk kedalam 10 besar tetapi sejak itu prestasi saya mulai meningkat dan akhirnya saat lulus saya bersyukur bisa mendapatkan SMP Negeri. Sekolah Menengah Pertama di Bogor mungkin sangat berbeda dengan kota-kota lain, Kota Jakarta misalnya yang amat banyak. Di Bogor itu sendiri SMP Negeri tidak terlalu banyak. Akhirnya saya lulus SD dan memasuki Sekolah Menengah Pertama. Saya diterima di SMPN 7 Kota Bogor yang beralamat di Jl Paledang. Saat masuk Smp saya mendapatkan teman-teman yang baru yang belum pernah saya kenal.

3 tahun menjalani masa Smp akhirnya saya pun diterima di SMAN 10 Bogor yang letaknya berada di Perumahan Yasmin. Awalnya saya merasa keberatan sekolah di Sma tersebut karena jarak dari rumah saya dengan Sma itupun agak jauh. Namun seiring berjalannya waktu saya pun bisa terbiasa dan merasa nyaman bersekolah di Sma 10. Karena pada masa itu saya mulai memiliki banyak sahabat, pada masa ini pula saya sudah mulai merasakkan ketertarikkan dengan lawan jenis walaupun saat Smp juga saya mulai sedikit tertarik dengan lawan jenis tetapi yang konteksnya adalah menyukai atau mengidolakkan kaka kelas. Tetapi yang terjadi pada masa Sma ketertarikan yang dirasakan pada lawan jenis yang umurnya sebaya dengan saya. Pada masa Sma juga saya merasakan solidaritas yang tinggi dari teman-teman saya. Banyak orang yang mengatakan bahwa Sma itu adalah masa- masa yang paling indah mungkin kata-kata itu ada benarnya pula. Karena di masa ini adalah masa-masa saya masih tidak konsisten dengan diri saya sendiri kadang kala masih ikut-ikutan teman dalam hal apapun. Misal karena teman tidak mengerjakan tugas saya pun jadi ikut tidak mengerjakan tugas dan pada akhirnya dihukum bersama-sama. Atau tidak menaati peraturan sekolah yang memakai sabuk atau memakai sepatu hitam di hari tertentu, atau datang terlambat ke sekolah pelanggaran tersebut pasti akan mendapatkan sanksi namun ada pasti selalu ada kebersamaan dan cerita tersendiri.

Dan banyak hal lagi yang lainnya dilakukkan pada saat Sma tidak hanya yang mendapat hukuman, melakukan hal-hal positive bersama teman-teman pun ada seperti belajar bersama. Tiba saatnya perpisahan Sma saya pun dan teman-teman amat bersedih karena kami akan berpisah di Universitas yang berbeda-beda pula. Saya sendiri memilih PTN Negeri yaitu Unj dengan mengambil jurusan BK namun saya tidak diterima di Ptn tersebut. Karena saya tidak diterima di Ptn tersebut akhirnya orang tua dan saya memutuskan untuk mendaftar di Universitas Gunadarma mengambil jurusan Psikologi. Saat memasuki dunia perkuliahan sangat berbeda sekali dengan Sma, dari pakaian yang dikenakan saja sudah amat berbeda.

Sewaktu Sma saya menggunakan seragam sekolah ketika sudah memasuki dunia perkuliahan saya bisa memakai baju bebas. Mungkin pada saat Sma teman-teman yang kita kenal hanya sekitar kota atau tempat tinggal kita tetapi saat memasuki dunia perkuliahan kita bisa menemukan beragam teman-teman yang memiliki latar belakang tempat tinggal yang berada jauh dari kampus yang biasanya disebut dengan anak yang merantau. Saya pun bertempat tinggal di bogor, jadi setiap harinya saya pulang pergi Bogor-Depok untuk berangkat ke kampus. Karena jaraknya yang jauh saya pun setiap hari memakai alternative kendaraan umum yaitu kereta sebab jika dengan kereta api waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 45 menit dan itu tidak membuang-buang waktu pula. Pulang-pergi kuliah dengan menggunakan kereta pun merupakan pengalaman baru bagi saya. Dengan begitu saya pun bisa belajar untuk mandiri.

Ketika itu saya masuk dikelas 1PA06 pada saat itu saya sama sekali tidak mengenal siapapun karena saya tidak mengikuti ospek. Namun lama-kelamaan saya pun bisa membaur dengan teman-teman saya dikelas itu bahkan ketika memasuki semester 2 , saya dan teman-teman sekelas merasa sangat nyaman berada di kelas 1PA06. Bahkan saya dan teman-teman sebenarnya ingin kelas 1PA06 sampai lulus sarjana nanti tetapi di Universitas Gundarma saat kelas 2 (Semester 3) mahasiswa disetiap kelas dipisah-pisahkan dan akhirnya saya duduk dikelas 2PA01.

Dan waktu terus berlalu dengan melewati semester 4. Kemudian akhirnya saya sekarang duduk disemester 5. Masih berada didalam kelas yang sama seperti saat di semester 3 yaitu sekarang saat ini saya berada dikelas 3PA01. Kelas yang akan saya tempati sampai pada akhirnya lulus dari Universitas Gunadarma.